[MNLS] Kebiasaan Menulis, mengambil pelajaran dari menggosok gigi


Seorang yang telah terbiasa menggosok gigi, kemudian dipaksa untuk tidak sikat gigi. Maka sesuatu yang aneh akan dirasakan dalam mulutnya. Hal ini karena sikat gigi telah menjadi kebiasaan. Nah seseorang yang sudah terbiasa menulis juga akan merasakan hal yang sama. Bagaikan ada hal yang aneh jika tangannya tidak memengan pulpen ataupun mengetik.

Ingatlah waktu kecil anda Ketika anda membiasakan diri untuk rajin menggosok gigi. Apa yang anda lakukan sehingga anda menjadi terbiasa dengan aktifitas ini.

Mungin, yang pertama anda rasakan adalah paksaan dari orang tua, kemudian diajarkan pentingnya gosok gigi, dan anda pun merasakan sendiri manfaat dari menggosok gigi tersebut.

Berbagai, motivasi yang muncul akhirnya kitapun menjadi terbiasa menggosok gigi. Jika kita terlambat maka ada hal aneh yang akan kita rasakan.

Lantas bagai mana dengan menulis. Memang tiap orang berbeda cara eksekusinya.

Ada orang yang murni berasal dari kesadaran akan pentingnya menulis. Seperti halnya sadar akan pentingnya gosok gigi.

Ada juga orang yang memang membutuhkan paksaan, sehingga dia dapat terbiasa menulisnya. Tapi seperti halnya menggosok gigi. Yang dipaksa memang merasa tidak senang pada awalnya. Tapi seiring dengan berjalannya waktu. Ia perlahan lahan merasakan kebalikan dari aktifitas ini. Dan pada akhirnya iapun menjadi terbiasa.

Yang ini hanyalah sedikit perenungan, muda-mudahan dapat menjadi pelajaran

kebiasaan sulit untuk ditinggalkan. Jika kita terbiasa Berbuat jahat, kemungkinan kita akan terus Berbuat jahat. Jika kita terbiasa akan kebalikan, maka kita akan berada pada wilaya kebalikan itu. Tapi apapun kebiasaan kita, semua masih dapat diubah

.
[S. Thariq al Fatih]. 30 Dzulhijjah 1430 H, 17 Dessember 2009 M.
No: 0000116

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ayooo.. berdiskusi lebih lanjut, tentang tema diatas