kita sangat prihatin,jika kita melihat generasi muda kita. Mereka begitu terlena dengan indahnya dunia. Kita bisa melihat, jutaan anak anak kita menghabiskan hidupnya hanya untuk bermain “GAME”. Mereka bangga jika dapat menammatkan suatu “GAME’ tertentu. Seakan akan “GAME” adalah pekerjaan utama mereka.
Bukan hanya pada anak-anak. Kebiasaan ini berlanjut mereka telah dewasa. Berbagai kewajiban mereka tinggalkan. Mereka telah mendedekasikan hidup mereka untuk hal ini.
Berbeda ketika kita melihat generasi terdahulu. Generasi ummat islam pertama. Ketika kita melihat sejarah hidup mereka, kita begitu kagum. Mereka mendedekasikan hidup mereka untuk ilmu. Ribuan karya mereka hasilkan. Seakan akan tidak ada satupun detik yang mereka sia-siakan.
Bagaikan langit dan bumi. Itulah generasi terdahulu dengan sekarang. Kesenangan kita berbeda dengan mereka. Mereka senang dengan belajar dan bekerja. Kita senang bermain dan bermalas malasan.
Jika seperti ini, apakah kita dapat menyamai derajat mereka, apakah nama generasi kita akan seharum dengan generasi mereka. Mereka mati sambil meninggalkan sebuah karya, sementara kita meninggal tanpa ada satupun jejak.
Jika kita mengiginkan kemuliaan islam, maka pola hidup generasi kita harus diubah. Generasi yang penuh karya, generasi yang bebas dari kesia-siaan. (S. Thariq Al Fatih). Artikel-No:-000028
1 komentar:
bener sekali...sangat memprihatinkan generasi penerus islam saat ini, sangat jauh keadaannya dengan masa-masa sahabat, tabi' dan tabi'in.
Kunjungan perdana , salam silaturrahim
jika berkenan kunjungi blog saya :
http://laylawaty.blogspot.com
Posting Komentar
ayooo.. berdiskusi lebih lanjut, tentang tema diatas