Dua jalan telah terbentang
Maju menemui kematian
Dan disanalah kemuliaan berada
Atau mundur sebagai pecundang
Dan disanalah kehinaan berada
Tegar walau harus menggengam bara. Istiqomah, tapi derita akan menanti. Tak ada jalan lain yang harus dipilih melainkan terus maju hingga syahid atau kemenangan berhasil diraih. Jiwa para pejuang adalah jiwa yang tidak lunak. Bukan jiwa yang gampang ditiup angin. Selama darah terus mengalir dan tangan mampu menggengam debu, maka debu itulah akan menjadi senjata yang akan ditancapkan pada lawan-lawannya.
Didepan memang menghadang kematian. Tapi dibaliknya terdapat taman yang luas nan indah. Terdapat kemuliaan yang takkan pernah habis. sebalikya dibelakang terlihat kehidupan, tapi kehidupan itu akan menjadi hidup yang hina diina
Mungkin akan terasa berat untuk maju. Mengigat betapa berat cobaannya. Berbagai pikiran negatif terkadang muncul melemahkan semangat. Berbagai kekhawatiran, tentang suramnya masa depan, tentang ketakutan atas penyiksaan, tentang pengucilan, tentang kelaparan dan kemiskinan. Semua aura-aura negatif menyelimuti pikiran
Memilih maju memang berat, dan hal itu telah membuat banyak pejuang mundur. Cobalah pejamkan matamu dan hadirkan suasana kesejukan dalam dadamu. Lihatlah kedepan tentang beberapa tahun yang akan datang . ketika usia telah tua dan anak anak kita yang masih kecil kini menjadi dewasa. Beberapa tahun kemudian akhirnya kita pun meninggal
Kehidupan ini sangatlah sebentar. Dan berbagai rintangannya sangat rapuh. Sementara didepan kita terdapat kehidupan yang abadi. Terdapat keindahan dan terdapat siksa yang sangat perih. Semua yang kau hawatirkan akan menimpamu di dunia bukanlah apa-apa jika dibandingkan apa yang akan menanti diakhirat kelak.
Maju bukanlah pilihan, tapi satu satunya jalan yang ada. Terus memperjuangkan islam sampai kapanpun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
ayooo.. berdiskusi lebih lanjut, tentang tema diatas